Patah Hati pun Adalah Proses



Kali ini aku benar-benar seperti ditampar oleh kenyataan. Semalam, hatiku hancur untuk kesekian kalinya. Namun, baru kali ini aku muak dan mual dengan alasan "kamu terlalu baik".

Entahlah apa yang membuat kebaikan menjadi sebuah beban? Ketika aku dengan senang hati melakukan, ditinggalkan menjadi hadiah spesial, enyahlah kebahagiaan.

"All i wanted was affection. And he can't give me that", tulisku untuk seorang sahabat yang memang ajaibnya selalu hadir di saat tepat lewat aplikasi pesan singkat.

Dengan tenang sahabatku membalas "Dia sangat mencintai dirinya sendiri. Bahkan dia tak bisa membagi cintanya, bahkan untuk kamu,". Hatiku tertegun seakan turut mengamini. Meski demikian, egoku masih tak terima.

Terluka rasanya. Menerima kenyataan bahwa aku tak cukup berarti bagi seseorang yang kuanggap duniaku. Pernah menjadi duniaku.

Tapi sudahlah. Toh aku yang bertanggung jawab sepenuhnya atas patah hati. Aku yang memilih untuk bersedia jatuh cinta. Dan merujuk apa yang sahabatku ucap "patah hati pun adalah proses. Percaya tidak ada yang sia-sia," aku menyadari bahwa mungkin ini hanya satu dari jutaan fase yang akan terulang lagi, lagi, dan lagi.

Dulu aku sering berkata pada diriku, "Kamu ini bukannya tidak bisa move on. Kamu tidak mau,". Dan kini situasinya pun sama saja. Karena toh pada akhirnya urusan hati hanya soal pilihan.

Semalam pun aku membenci diriku sesaat. Pertanyaan seperti "kenapa bisa begini?", "apa yang salah?", "apa yang harusnya aku perbaiki?", "kenapa aku melakukan ini?" memenuhi kepala. Untuk sesaat aku benci diriku sendiri.

"How can i fell in love with someone who made me hate myself?" pikirku setelah merenung lama dan mendapat asupan ilham dari teman-teman sepermainan.

"It's not you, Flo. You were fine until he's being honest," ujar teman lain yang keras kepalanya sama seperti mantanku. Kata-katanya buatku sadar, bahwa mungkin kami bukanlah yang terbaik.

And now i feel better. Still not okay but feeling so much better. I'm still crying sometimes but not as much as i did last night. I love you, self. We'll be fine. I'll always be here for you, like i've always been. ❤️

Comments

Popular Posts