Rehat Sementara demi Kebaikan Bersama



"If the plane goes down, damn, i'll remember where the love was found"

Aku pernah merasa jauhnya Haneda atau Kansai dan Soekarno-Hatta bisa ditempuh dengan sekejap mata. Usai memejam dan mata terbuka, aku sudah bisa kembali melihat Bear-chan ada di kota yang dipenuhi hutan beton ini.

Aku masih mengingat beratnya menahan tumpahan air mata saat berpisah di Kansai International Airport dan melihat punggungmu pergi di tengah kerumunan orang.

"It was a very beautiful 5 years."

Berteman akrab dengan bandara dan matahari pagi, atau bahkan udara malam. Melihat punggungmu menjauh dan kemudian hilang setelah melewati X-Ray.

Banyak yang bertanya "apa tidak sayang sudah 5 tahun?", "apa tidak merasa buang-buang waktu?".

Pertanyaan yang konstan aku dengar dan hanya bisa kujawab dengan senyum. Bukan berarti aku tak bisa menjawab, namun rasanya aku tidak ingin berharap mereka mengerti apa yang aku rasakan.

Pernah beberapa kali kutangkap orang-orang mengerenyitkan dahi usai aku mengatakan bahwa aku sangat bahagia selama 5 tahun terakhir. Kemudian dengan berpisah aku menemukan kebahagiaan yang lebih.

Teman-teman, percayalah bahwa aku perlu rehat dari semua kenyataan yang menyesakkan. Seperti yang kusebutkan, mungkin aku bahagia, namun bukan otomatis meng-absen-kan sisi nelangsa.

Tahun ini aku menerima untuk rehat dulu dari urusan komitmen. Karena setia pada orang yang kamu cinta, mungkin takkan berbalas dengan bahagia. Memang, aku berusaha untuk tidak berharap apapun pada Bear-chan. Namun, jujur saja, kadang rasa ingin dibahagiakan itu ada.

Comments

Popular Posts