Sepertinya akan ada banyak pelajaran yang harus diserap di tempat asing ini. Selain kesabaran dan tetap waras, tentunya. Karena aku menemukan seorang anak yang terjebak.
Di usia yang bisa dibilang bukan lagi young adult, sepertinya belum banyak pil kehidupan yang ditenggak olehnya. Seperti terkukung, jiwa anak SMA kadang menguap dan meluap sesuka hati. Membuat suasana yang canggung sendiri.
"The further we travel, the wider our views." - Unknown.
Pepatah itu mungkin asing untuknya. Melihat isi otaknya yang sempit aku geli sendiri. Layaknya anak yang tak ingin kurebut mainannya, ia melihat sinis setiap waktu aku tertawa dan bercanda.
Aku hanya tersenyum. Dalam hati tentu saja. Tak ingin kubiarkan ia melihatku menyunggingkan senyum penuh rasa bingung -dan tentunya kasihan-. Kadang sampai kugelengkan kecil kepalaku melihat dirinya yang tantrum.
Dulu aku mengira bahwa bertambahnya umur tidak seiring dengan bertambahnya kedewasaan itu hanyalah mitos belaka. Namun sepertinya ketidakpercayaanku langsung menapar pelak kali ini.
Sepertinya bukan hanya aku saja yang tak merasa nyaman, ternyata beberapa orang berkata serupa. Walau hanya sekilas percakapan mereka tercuri dengar, aku cukup tahu bahwa aku tak hiperbola.
Comments
Post a Comment