#WorkingForMagazine Part 1
Rasanya tidak ada keputusan yang seratus persen salah dan pula sebaliknya. Yang ada hanya kamu harus menikmati dan menjalaninya dengan cara yang (setidaknya menurutmu) benar.
Kini aku ingin membagikan kisah #WorkingforMagazine seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya. Siapa bilang kalau bekerja di majalah penuh dengan kesan santai karena deadline yang hanya bisa dirasakan satu bulan sekali?
Menepis hal itu, aku miliki banyak sekali pendapat yang pada akhirnya mantap seiring detik berlalu sejak bekerja di NOW! Jakarta. Mungkin di antara kamu, ada yang asing dengan majalah ini? Hei, don't worry if you haven't! Let's dig in more later, shall we?
Aku hanya pernah sekali, dua kali mendengar NOW! Jakarta. Seperti yang kamu dan aku tahu, usai lulus kuliah, aku hanya peduli pada segala sesuatu yang berbau online. Bekerja untuk Bintang.com, Fimela.com, Akulaku serta Akugrosir, siapa yang mengira aku akan terjun pada sebuah dunia yang lebih konvensional?
Namun sepertinya aku mulai menyukai segala hectic yang terjadi sebelum majalah naik cetak. Tidak seperti online yang membuatku terbiasa dengan jantung yang berdegup kencang lantaran deadline 10 menit lagi padahal kamu baru saja diberikan mandat detik itu. Kini aku merasakan degup jantung dengan kecepatan dan irama yang berbeda.
Sedari dulu aku paling menghindari untuk bekerja dengan bergantung pada orang lain. Maksudnya, aku tidak ingin ada orang lain yang memperlambat pekerjaan lantaran aku baru bisa bekerja jika ia sudah menyelesaikan pekerjaannya. Di sini, nampaknya aku kecele.
Pekerjaanku menghubungan divisi satu dan divisi lainnya. Divisiku takkan bisa bekerja jika belum mendapatkan feedback dari clients. Sementara clients takkan memberikan materi apapun jika belum "dikejar" oleh tim sales dan marketing. Apakah terlalu rumit bagimu?
Jawabanku sudah pasti "ya". Selama aku bekerja, rasanya aku jarang sekali bergantung kepada orang lain. Hanya sesekali, namun itu juga jika ada acara spesial saja. Namun kini, semuanya jadi makanan harian.
Deadline yang hanya berlaku satu bulan sekali pun tak menjadi alasan untuk "tidak sibuk". Meski yaaa, memang banyak waktu lowong di awal bulan, namun tentu tali untuk berhubungan dengan divisi lain dan juga clients takkan putus di sana.
"The circle of life" jika boleh meminjam istilah Mufasa saat menjelaskan filosofi kehidupan pada Simba yang pula menjadi soundtrack luar biasa. Tali itu takkan putus hanya karena bersantai. Semua akan tetap bekerja dan disulam dengan sempurna.
Ini bulan pertamaku bekerja dengan majalah. Semua terasa hectic namun santai dalam satu waktu. Aku masih menantikan pengalaman selanjutnya di bulan berikutnya. Jadi, inilah #WorkingforMagazine part 1 dalam rangkaian tulisan yang akan lebih menarik pada waktu berikutnya.

Comments
Post a Comment